Blog

KISAH 3 TAWANAN YANG DIPAKSA MENYEMBAH BERHALA OLEH KAISAR ROMAWI

oleh : Dedeh Zakiyatun Nisa

Diceritakan bahwa ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, ia mengutus pasukannya untuk memerangi negeri Romawi, tapi pasukannya kalah dan ada 20 orang yang ditawan. Lalu Kaisar Romawi memerintahkan salah seorang diantara mereka untuk memeluk agamanya dan menyembah patung berhala.iriwayatkan dari Asma’ binti Umais RA., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW. Bersabda : “Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang sombong, melewati batas dan melupakan Allah yang Maha Besar lagi Maha Tinggi. Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang lupa akan kuburan dan bencana. Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang sewenang-wenang, berbuat lalim dan lupa asal usul. Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang lebih memilih dunia daripada agama. Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang membalik dunia dengan perkara syubhat. Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang tamak yang menuntunnya ke neraka. Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang menuruti hawa nafsu yang sesat. Seburuk-buruknya hamba adalah hamba yang benci akan kebenaran.’

Kaisar Romawi : “Bila kau masuk agamaku dan menyembah berhala, aku akan mengangkatmu menjadi pemimpin di negeri yang besar, dan aku akan beri kamu bendera, gelas piala dan terompet kebesaran. Tapi bila kau menolak,  aku akan membunuhmu dan memenggal lehermu !”

Tawanan 1        : “Aku tidak akan menjual agamaku dengan dunia yang kau tawarkan”

Kemudian sang kaisar memerintahkan untuk membunuhnya di lapangan. Lehernya dipenggal dengan pedang, lalu kepalanya berputar di lapangan sebanyak tiga kali, kemudian membaca ayat :

َيآ َاّيتُهَا النَّفْسُ المُطْمَئِنَّةُ (27) آرْجِعِيْ اِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (28) فَادْخُلِي فِي عِبَادِي(29) وَادْخُلِي جَنَّتِي(30)

“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, maksuklah ke dalam surga-Ku.” (QS. Al-fajr:27-30).

Melihat kejadian tersebut rupanya sang Kaisar marah lalu memanggil tawanan kedua dan berkata :

Kaisar Romawi : “Masuklah ke dalam agamaku dan aku akan menjadikamu pemimpin kota anu, tapi bila kau tidak mau, aku akan memenggal lehermu seperti temanmu yang pertama.

Tawanan 2        : “Aku tidak akan menjual agamaku dengan dunia. Engkau mampu memenggal leherku tapi kau tidak akan mampu memenggal keimanan dalam hatiku.”

Sang kaisar perintahan untuk memenggal tawanan yang kedua. Ketika dipenggal kepalanya berputar tiga kali di lapangan lalu membaca ayat :

فَهُوَ فِي عِيشَةِ الرَّاضِيَةٍ (21) فِي جَنَّةِ عَالِيَةٍ (22) قُطُوْفُهَا دَانِيَةٌ (23)

“Maka orang itu berada dalam kehidupan yang di-ridhai, dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat.” (QS. Al Haaqqah :21-23).

Kemudian kepala tawanan tersebut diam dan berhenti dekat kapala temannya yang pertama. Sang kaisar pun bertambah marah lalu memanggil tawanan yang ketiga.

Kaisar Romawi : “Bagaimana denganmu, apakah kau mau memeluk agamaku ? kelak kau menjadi pemimpin.”

Tawanan 3        : “ Aku akan masuk ke dalam agamamu dan aku pilih dunia daripada akhirat.”

Sang Kaisar lalu berkata kepada perdana menterinya :

Kaisar romawi : “Berikanlah ia perhiasan dan jabatan !”

Perdana menteri : “Bagaimana mungkin kita berikan sebelum kita mengujinya ?”

Lalu ia berkata kepada tawanan yang ketiga :

Perdana Menteri : “Kalau memang ucapanmu bisa dipercaya, coba bunuh temanmu, baru kami percaya.”

Lalu tawanan terkutuk itu mengambil salah satu temannya lalu ia membunuhnya. Setelah itu kaisar memerintahkan perdana menterinya  untuk memberikan imbalan tapi ia malah berkata:

Perdana Menteri:”Wahai Kaisar, ini jelas-jelas tidak masuk akal dan tidak bisa dipercaya. Ia tidak bisa menjaga hak saudara-saudaranya yang telah hidup bersamanya sejak lahir, bagaimana ia bisa menjaga hak kita yang baru dikenalnya?”

Akhirnya tawanan itu dibunuh dengan dipenggal lehernya, dan kepalanya juga berputar tiga kali di lapangan sambil membaca ayat :

اَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةٌ العَذَابِ أَفَاَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِى النَّارِ.

“Apakah (kamu hendak merubah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan adzab atasnya ? Apakah kamu akan menyelamatkan orang-orang yang berada dalam api neraka ?” (QS. Az Zumar:19).

Dan kepalanya berhenti di pinggir lapangan , terpisah dari dua saudaranya dan ia menuju adzab Allah. Na’udzu billah.

Disadur dari buku : Kisah-Kisah Penggugah Iman

Karya : Dra. Hj. Tuty Sukayat HS, MA.

" data-url="http://ponpesalumm.com/kisah-3-tawanan-yang-dipaksa-menyembah-berhala-oleh-kaisar-romawi/" data-width=640 data-height=480> Share

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *