Blog

Kisah Cinta Salman Al Farisi

Oleh : Dedi Firmansyah

Salman Al-Farisi sebuah kisah cinta yang mengagumkan, ketika hatinya tertambat pada seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita shalihah.

Karena kekagumannya pada wanita shalihah itu, maka ia pun berniat untuk mempersunting sang punjaan hati. Maka, berangkatlah salman ke rumah wanita pujaan hatinya bersama Abu Darda teman sekaligus saudarnya.

“Saya adalah Abu Darda”, dan ini adalah saudara saya salma seorang keturunan persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah hingga menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri anda untuk dipersuntingkan, ” jelas Abu Darda’ dihadapan keluarga sang wanita.

Adalah kehormatan bagi kami menerima pinangan sahabat-sahabat Rasulullah SAW,” Ucap tuan rumah.

Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah SAW yang utama. Akan tetapi semua jawaban ini sepenuhnya saya serahkan pada putri kami.”

Abu Darda dan Salma menunggu dengan berdebar-debar. Tak lama kemudian sang ibu muncul kembali setelah berbincamg dengan putrinya.

“Maafka kami atas keterus terangan ini,” kata sang ibu yang berbicara mewakili putrinya.”Dengan mengharap ridho Allah, saya menjawab bahwa putri kami menolak pinangam Salman. Namun jika Abu Darda juga memiliki maksud yang sama, maka putri kami bersedia.”

Jawaban tuan rumah yang tak terduga. Dapat dibayangkan perasaan Salman kala itu. lamaranya ditolak dan nyata-nyata wanita pujaan hatinya menerima saudaranya sendiri. Sedih, kecewa, sakit hati, entah apalagi. Namun, Salma jauh lebih mulia dari segala rasa itu. Ia mengendalikan Cinta dan bukan menjadi Budaknya. Akal sehatnya bergerak cepat untuk menerima dengan legawa.

“AllahuAkbar!” Seru Salman, semua mahar dan harta aku persiapkan hari ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku menjadi saksi pernikahan kalian!” Betapa luasnya samudra hati Salman Al Farisi. Kegagalan dalam melamar wanita pujaan hatinya tak membuat ia jatuh, apalagi terpuruk.

Bagaimana dengan kamu yang menikmati pacaran ?

Bila ikatan dan status tampa kejelasan, rasa duka bila kehormatan telah diserahkan, lantas pantas kah engkau akan di cemburui oleh bidadari syurga ?

Maka muliakan cinta dengan ikatan, dan temukan pasangan yang soleh lagi shalihah.

Semoga Bermanfaat……

Santri Putra Ponpes Al-Umm Takhosus Hifzhul Qur’an

 

" data-url="http://ponpesalumm.com/kisah-cinta-salman-al-farisi/" data-width=640 data-height=480> Share

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *