Blog

Menjaga Cinta Dan Ridha Allah Yang Abadi INI MILIK NEGARA, NAK !

K.H. Drs Syaikh Misbahul Anam,M.T.

K.H. Drs. Syahrillah Asfari,M,Ag.

Umar bin abdul Aziz adalah seorang khalifah pada masa Bani Umayah dan merupakan salah satu dari sekian banyak figure pemimpin yang dapat dijadikan contoh dalam kepemimpinannya. Alkisah, suatu hari ketika Umar bin Abdul Aziz masih berada di kantornya sampai larut malam karena kesibukan tugasnya yang harus diselesaikan. Bertepatan dengan itu putranya datang menemui ayahnya di tempat kerjanya. Ketika putranya berada dihadapannya, beliau bertanya: “Wahai putraku ada keperluan apa gerangan?”. Putranya menjawab: “ Ada yang perlu ananda bicarakan, Ayah!”. Umar bin Aabdul Aziz balik bertanya: “Keperluan negara atau keperluan  keluarga? “Keperluan keluarga”, jawab putranya.

Kemudian Umar bin Abdul Aziz memadamkan lampu di ruang kerjanya, sehingga suasana gelap gulita. Putranyan tercengang melihat kejadian yang dilihatnya dan mendorong untuk menanyakan kejadian itu. Putranya pun bertanya: “mengapa ayah padamkan lampu itu, sementara ananda belum menceritakan keperluannya. “Umar bin Abdul Aziz menjawab: “Nak, lampu ini milik negara, yang membayar negara dan hanya boleh dipakai untuk kepentingan negara. Kepentingan rakyat banyak yang ayah pimpin. Tidak boleh untuk kepentingan keluarga, apalagi kepentingan pribadi. Jabatan yang ayah pegang merupakan amanat yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Swt. Di akhirat. Fasilitas yang ayah terima adalah fasilitas untuk melayani rakyat, bukan untuk melayani kepentingan keluarga. Sedangkan ananda akan membicarakan keperluan keluarga , bukan keperluan negara. Oleh sebab itu lampu ini ayah padamkan.”

Renungkan wahai para pemimpin! Kisah di atas  yang sejalan dengan apa yang tertulis di dalam  hadis Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi Saw, bersabda:

 

عَنِ ا بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ

 عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اَنَّهُ قَالَ أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ

 عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَ مِيْرُالَّذِى عَلَى النَّسِ رَاعٍ وَ هُوَ مَسْئُوْلُ

 عَنْهُمْ وَالْمَرْ أَةُ رَا عِيَةٌ عَلَى بَيْتِهِ بَعْلِهَا وَوَ لَدِهِ وَهِيَ

 مَسْئُوْلَةٌ عَنْهُمْ

“tiap-tiap kalian adalah seorang pemimpin, dan akan ditanyakan tentang kepemimpinannya. Imam/khalifah/presiden/kepala negara, kepala daerah,kepala wilayah adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya/rakyatnya. Suami adalah pemimpin didalam keluarganya ia akan ditanyai tentang kepemimpinanya/keluarganya. Wanita atau istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suami dan anak-anaknya serta akan ditanyai tentang kepemimpinannya/rumah tangganya….”

 

" data-url="http://ponpesalumm.com/menjaga-cinta-dan-ridha-allah-yang-abadi-ini-milik-negara-nak/" data-width=640 data-height=480> Share

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *